11 Okt 2019

Sebagai Orangtua, Mari Lebih Banyak Mencintai, dibanding Menuntut

Adjie Santosoputro, Praktisi Mindfulness dalam Parenting Seminar yang digelar di Global Sevilla School, Kampus Puri Indah, Jakarta (8/10/2019).
Adjie Santosoputro, Praktisi Mindfulness dalam Parenting Seminar yang digelar di Global Sevilla School, Kampus Puri Indah, Jakarta (8/10/2019).(DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGAR)



Beban pekerjaan, memikirkan persoalan finansial, atau perkara hidup lain sering membuat orangtua kurang menyadari dan membawa "polusi" ini saat mengasuh dan mendidik anak di rumah.
"Polusi" ini kemudian memunculkan 2 tipe pola asuh orangtua "zaman now" ; hypo parenting dan hyper parenting.

"Dalam hyper parenting, orangtua kemudian menjadi terlalu cemas sehingga ingin memastikan anaknya harus keren, hebat, dan berprestasi. Terlalu berlebihan. Serba berambisi mengejar prestasi," jelas Adjie Santosoputro, Praktisi Mindfulness dalam Parenting Seminar yang digelas Global Sevilla School, Kampus Puri Indah, Jakarta (8/10/2019).

Sebaliknya, dalam pola asuh hypo parenting orang tua justru terlalu masa bodoh dengan anak lantaran terlalu sibuk atau terlalu lelah sehingga hanya menyerahkan soal pendidikan anak kepada sekolah.

Gentle Parenting berbasis welas asih

Disinilah Gentle Parenting muncul sebagai sebuah alternatif pendekatan parenting yang menjadi jalan tengah antara Hypo Parenting dan Hyper Parenting," Jelas Adjie

Adjie menjelaskan gaya pendekatan pola asuh ini lebih ramah terhadap anak dengan dilandasi cinta atau welas asih. Ia kemudian menerangkan setidaknya ada 3 hal utama menjadi ciri gentle parenting ini :

1. Sebagai orangtua harus menyadari mengasuh anak harus dilandasi dengan cinta atau welas asih. "Ketika kita tidak ingat akan prinsip ini, orangtua akan cenderung mudah marah-marah pada anak, serba ketakutan, serba cemas," ujar Adjie.
   
   Ia menambahkan "Gentle Parenting" mengingatkan yuk kita bersikap welas asih kepada anak. Itu menjadi dasar untuk semua sikap, perlakuan dan perkataan orangtua kepada anak.

2. Kurangi berkata "tidak". Sering melarang anak juga akan membuat anak merasa tidak nyaman. Orangtua harus memahami anak, terutama usia dini, dunianya adalah bermain. Hal ini dapat membuat perkembangan anak terhambat karena ruang, ujar Adjie.

3. Tidak over educate pada anak. Orangtua lebih mudah untuk menyuruh anak belajar. Atau cara instant dengan memberi hadiah kepada anak saat anak berbuat baik dan sebaliknya, menghukum anak ketika susah diatur dalam belajar.

"Pendekatan gentle parenting justru memunculkan minat anak untuk belajar. Jadi pendekatan orangtua berbeda. Pendekatan orangtua dengan menumbuhkan minat si anak supaya anak suka belajar, bukan memaksa anak belajar. Karena dengan menumbuhkan minat maka dengan sendirinya anak akan tumbuh kesadaran belajar dari dalam diri tanpa iming-iming hadiah atau takut dihukum," jelas Adjie.

Mindful, menumbuhkan kesadaran diri

Namun Adjie juga mengingatkan tidak perlu berambisi mengubah pola asuh secara instant. "Kita jangan terlalu berlebihan berharap bisa mengubah cepat gaya parenting. Yang terpenting orangtua sebisa mungkin memberikan 'kehadiran' dirinya di tengah anak," ujarnya.

"Sebelum terlalu ngotot ingin merubah anak, cobalah lihat diri kita sendiri. Siapa tahu yang perlu diubah bukan anak tapi diri kita sendiri. Jadi, kuncinya adalah sadar diri. Jika menyadari sepenuhnya maka nilai-nilai baik akan bisa dilakukan. NIlai-nilai kebaikan akan muncul dengan sendirinya," tegas Adjie.

Bagaimana menurut anda selaku orangtua yang selama ini menerapkan pola asuh pada anak anda ?
Apakah anda termasuk yang menggunakan pola asuh hypo parenting, hyper parenting atau gentle parenting ?

Mari sama-sama belajar untuk bisa menjadi orangtua terbaik bagi anak kita.
Karena anak yang saat ini kita asuh adalah generasi masa depan
Karena baik buruknya berawal dari kita, orangtua
Mari menjadi orangtua yang senantiasa mencintai anak dengan sepenuh hati

Tetap semangat para orangtua dimanapun berada.

-----------------------------------------------------------------

Jika anda, orangtua yang memiliki kesulitan dalam menemani belajar putra/putri anda, silakan konsultasi kan kepada tim Saintis, Lembaga Bimbel dan Privat di Bandung
Kami siap memenuhi kebutuhan belajar putra/putri anda. :)

Info lebih lengkap :
http://bit.ly/TanyaSaintis
WA : 0813-1336-7817 / 0813-2179-6481
IG : @saintis_bdg

Sc : edukasi.kompas.com dengan penyesuaian