28 Apr 2017

7 Kutipan Inspiratif dari Malala, Pejuang Pendidikan dari Pakistan

7 Kutipan Inspiratif Dari Malala Untuk Berjuang Dalam Pendidikan

Inilah sosok Malala yang senantiasa berjuang untuk bersekolah di tengah kondisi negaranya yang mencekam. Masihkah kamu mengeluh dan menyerah menjalani pendidikanmu sekarang ??

Jika Indonesia dulu memiliki pahlawan emansipasi perempuan bernama Kartini, maka Malala Yousafzai  dikenal sebagai pejuang pendidikan bagi perempuan di Pakistan. Pada Tahun 2009, Taliban mengeluarkan aturan larangan bersekolah bagi kaum perempuan di sana. Namun, gadis kelahiran 12 Juli 1997 ini berani menyatakan ketidaksetujuannya melalui seruan pertamanya di sebuah radio kala itu : "Berani-beraninya Taliban merampas hak saya atas pendidikan !". Tak berhenti sampai disitu, Malala kemudian aktif menulis blog dengan nama samaran untuk BBC. Dalam tulisannya, Malala menceritakan kondisi hidup di bawah pemerintahan Taliban dan tanggapannya mengenai hak pendidikan bagi kaum perampuan. Namun, siapa sangka bentuk protes Malala ini berujung pada musibah. Sebuah peristiwa penembakan oleh kelompokbersenjata Talian pada tanggak 9 Oktober 2012 mampu membuka mata dunia akan sosok gadis ini. Malala ditembak tepat di kepala dan leher saat pulang dari sekolah. Mukjizat Tuhan memuat Malala selamat dari tragedi ini. Setelah enam bulan berada di rumah sakit menjalani operasi dan pemulihan, akhirnya Malala dinyatakan sehat kembali. 




Kutipan Pertama :

"Mereka tidak bisa menghentikan saya. Saya akan mendapatkan pendidikan saya; di rumah, di sekolah, atau di mana saja."


Malala menegaskan bahwa tidak ada hal yang bisa menghalangi dia untuk bersekolah, termasuk aturan baru (saat itu) kelompokk Taliban yang melarang perempuan menempuh pendidikan layaknya laki-laki. Jika kini kamu sedang bermalas-malasan dalam menyelesaikan sekolahmu, lihatlah perjuangan Malala. Seharusnya kamu bersyukur masih bisa mendapatkan pendidikan yang layak sejak kecil hingga sekarang. Bahkan, kamu tak perlu bersusah payah belajar karena fasilitas belajar yang sangat memadai. 

Kutipan kedua :
"Mereka hanya bisa menembak tubuh, tapi tidak bisa membunuh impian saya".



Sebuah kutipan dari Malala sanggup menggetarkan hati para orang dewasa. Seorang gadis muda yang mempunyai mimi akan kesetaraan pendidikan harus berhadapan dengan kelompok Taliban yang berniat membunuhnya. Malala dengan tegas mengatakan bahwa tubuh bisa saja mati, tapi semangat yang dia miliki tak akan pernah padam. Pasca insiden penembakan pun Malala tetap berjuang untuk pendidikan. Jika kamu menyerah pada dosen atau guru mu yang terkadang sulit menerimamu, mungkin kamu harus belajar dari semangat yang dimiliki Malala ini. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Tipe Kecerdasan Anak